Serasa sudah muak dengan segala realita yang
terbangun. Segala sesuatunya dipolitisir dengan taktis sehingga tidak ada
seorang pun yang menyadarinya. Para penggawa negeri sebenarnya mempuyai
perannya masing – masing dan berpura – pura bahwa semua ini terjadi karena
memang sudah semestinya, seolah seperti tidak mengenal dosa mereka menyajikan
suatu sandiwara yang seharusnya tidak pantas untuk ditampilkan. Para kaum
marjinal hanya dijadikan penonton yang tidak tahu mengenai apapun tentang apa
yang mereka saksikan. Bagaikan katak dalam tempurung, para kaum marjinal hanya
diikutsertakan dalam pemilihan para
aktor dan aktris yang akan berlaga dipertunjukan, tanpa mereka tahu berperan
menjadi apa yang akan dilakoni oleh para aktor dan aktris terpilih. Sedangkan, para
kaum bangsawan bertindak sebagai sutradara yang sedang sibuk untuk
mempersiapkan alur ceritanya. Dan Para kaum bangsawan pun berperilaku layaknya
produser yang bebas menentukan peranan para aktor dan aktris yang terpilih.
Cerita pun berlalu dengan begitu eloknya, dengan begitu piawai mereka semua
yang berada dipertunjukan berhasilkan memukau para penonton. Penonton dibuat
terkejut dengan segala kebijakan yang mereka paparkan, penonton dibuat tertawa
dengan semua kebohongan yang mereka suarakan, penonton dibuat sedih dengan
kesemrawutan yang mereka terangkan, dan penonton dibuat terpukau dengan janji –
janji para permeran – pemeran yang tidak pernah terealisasikan.
Rezim
sekarang sesungguhnya tidak membuka luka lama, melainkan membuat luka baru yang
sengaja untuk tidak diobati. Rezim sekarang, dulu muncul dengan sejuta harapan
untuk meluruskan segala anomali. Rezim sekarang, dulu hadir bagaikan malaikat
yang ingin meluruskan tali yang sudah kusut. Bayangkan, rezim sekarang mampu merperdaya
sampai bisa memegang kendali hingga dua periode. Anehnya, wakil berganti tetapi
tidak untuk sang nomor satu, sungguh lihai sekali rezim sekarang. Namun, semakin
ingin selesai rezim sekarang baru mengeluarkan bau busuknya. Ketika sudah lapuk
banyak insan yang mulai mencerca rezim sekarang. Seakan tidak pernah melakukan
suatu tindakan, rezim sekarang diasumsikan sudah tidak pantas untuk berada di
atas. Sedikit miris ketika melihat para kaum revolusioner bertindak secara
sporadis. Sampai kepada situasi krisis kepercayaan, para penghuni bangsa seakan
kehilangan arah kemana meraka akan bergantung. Wahai para penghuni bangsa
sampai kapan engaku merasa tidak mempunyai negara ?
No comments:
Post a Comment