Sunday, October 7, 2012




Serasa sudah muak dengan segala realita yang terbangun. Segala sesuatunya dipolitisir dengan taktis sehingga tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Para penggawa negeri sebenarnya mempuyai perannya masing – masing dan berpura – pura bahwa semua ini terjadi karena memang sudah semestinya, seolah seperti tidak mengenal dosa mereka menyajikan suatu sandiwara yang seharusnya tidak pantas untuk ditampilkan. Para kaum marjinal hanya dijadikan penonton yang tidak tahu mengenai apapun tentang apa yang mereka saksikan. Bagaikan katak dalam tempurung, para kaum marjinal hanya diikutsertakan   dalam pemilihan para aktor dan aktris yang akan berlaga dipertunjukan, tanpa mereka tahu berperan menjadi apa yang akan dilakoni oleh para aktor dan aktris terpilih. Sedangkan, para kaum bangsawan bertindak sebagai sutradara yang sedang sibuk untuk mempersiapkan alur ceritanya. Dan Para kaum bangsawan pun berperilaku layaknya produser yang bebas menentukan peranan para aktor dan aktris yang terpilih. Cerita pun berlalu dengan begitu eloknya, dengan begitu piawai mereka semua yang berada dipertunjukan berhasilkan memukau para penonton. Penonton dibuat terkejut dengan segala kebijakan yang mereka paparkan, penonton dibuat tertawa dengan semua kebohongan yang mereka suarakan, penonton dibuat sedih dengan kesemrawutan yang mereka terangkan, dan penonton dibuat terpukau dengan janji – janji para permeran – pemeran yang tidak pernah terealisasikan.
 Rezim sekarang sesungguhnya tidak membuka luka lama, melainkan membuat luka baru yang sengaja untuk tidak diobati. Rezim sekarang, dulu muncul dengan sejuta harapan untuk meluruskan segala anomali. Rezim sekarang, dulu hadir bagaikan malaikat yang ingin meluruskan tali yang sudah kusut. Bayangkan, rezim sekarang mampu merperdaya sampai bisa memegang kendali hingga dua periode. Anehnya, wakil berganti tetapi tidak untuk sang nomor satu, sungguh lihai sekali rezim sekarang. Namun, semakin ingin selesai rezim sekarang baru mengeluarkan bau busuknya. Ketika sudah lapuk banyak insan yang mulai mencerca rezim sekarang. Seakan tidak pernah melakukan suatu tindakan, rezim sekarang diasumsikan sudah tidak pantas untuk berada di atas. Sedikit miris ketika melihat para kaum revolusioner bertindak secara sporadis. Sampai kepada situasi krisis kepercayaan, para penghuni bangsa seakan kehilangan arah kemana meraka akan bergantung. Wahai para penghuni bangsa sampai kapan engaku merasa tidak mempunyai negara ?

No comments:

Post a Comment