Susah itu awal dari mudah! mungkin itu yang ada dipikiran gue sekarang. Tapi, yang pasti sekarang gue masih mengagap semuanya itu susah! ya ini terkait dengan posting-an gue sebelumnya yang mengenai kosep "Pay it Forward ". Aduh, susah bgt dah pokoknya, semangat gue yang tadi menggebu - gebu sekarang udah kaya butiran debu *halah. Ya! awal - awalnya gue semangat '45 bgt dan yakin 100% kalo konsep ini (PayitForward) pasti berjalan dengan seperti apa yang gue harapkan. Namun, kenyataan dilapangan itu berkata lain, susahnya minta ampun! iya sih, kalau buat berbuat baik secara personal ke individu lain itu mudah! Nah , yang susah itu menyuruh, bahkan gue sampai menggunakan kata " Tolong" kepada mereka (Individu lain yang gue tolong) untuk supaya berbuat baik ke individu lain. Tapi, setelah gue jelasin tentang konsep " PayitForward " orang - orang lain malah bilang " Lo ngomong apaan sih Kres ? , lo abis baca buku ya ? , apa abis nonton film ?, wuih keren tuh Kres !, lu gila ya Kres ? " An*ir! kesel bgt gue sumpah! yang gue harepin tuh mereka2 yang udah gue tolong tuh ngerti tentang apa Pay it Forward setelah gue jelasin! eh tau2nya gue malah dipandang "Aneh" sampe gue menimbulkan pertanyaan " Kenapa sih yang aneh selalu dipandang gila ?" haduh, entah berapa kali gue udah nulis 'haduh' ditulisan yang gak mutu ini! Mungkin juga ini terlalu berlebihan yeh, tapi ya mau gimana lagi, ya inilah yang gue rasakan. Gue udah terlalu muak ! belajar serta memahami tentang segala macam bentuk materi ataupun ide dari suatu teori! Wabilkhusus teori2 sosial ( Sosiologi&Antropologi). Gue dipaksa untuk mengerti tentang apa premis awal dari sebuah teori dan diarahkan supaya pola pikir gue sama dengan apa yang teori tersebut utarakan. Kan cape ya ? dan yang paling gue malas adalah mengahapal nama2 dari setiap pemuka teori2 sosial! kenal aja nggak. Eh, tapi ocehannya dia yang udah dari zaman baheula nyampe ke kuping gue sekarang. Nah, yang gue lihat disini konsep / teori "Pay it Forward adalah bukan sesuatu yang kaku ! dan ribet dalam hal untuk memahami dan menjalankanya, elo gak harus jauh2 untuk mempelajari secara mendalam dari mulai sisi Ontologis, Metodelogi sampai ke Aksiologisnya. Ya itu tadi cara gampang bgt untuk menerapkan "Pay it Forward" yaitu lu tinggal berbuat baik ( Aksi ) kepada orang lain , dan orang yang udah lu tolong itu jangan membalas kebaikannya ke elo lagi tapi dia menlajutkan kebaikan yang telah elo lakuin ke dia kepada orang lain dan itu terus berkesinambungan. Tapi yang susah itu pada saat lu sudah berbuat baik kepada orang lain, dan lu meminta / memberitahu / meminta tolong agar supaya kebaikan yang udah lu lakuin ke dia harus dia teruskan ke orang lain, bukan membalas kebaikan ke elo sebagai simbol balas budi atau timbal balik. Sampai gue mulai bertanya - tanya , " Apakah kebaikan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan ? " kalau memang iya , lalu atas dasar apa satu individu dapat melakukan kebaikan ? rasa iba ? rasa kasihan ? rasa prihatin ? rasa peduli ? yang tercurah dari hati nurani, sehingga mereka dapat melakuakan kebaikan ? dan lalu mengapa mereka lebih suka berbuat baik kepada orang yang telah mereka kenal sebelumnya ? padahal disebelah mereka ada orang tua yang kelaparan karena belum makan tiga hari!. Pertanyaan seperti itu yang selalu hadir setiap gue mau menerapkan konsep Pay it Forward, gue selalu dibayangi oleh pertanyaan " Apakah orang yang telah gue tolong akan membalas kebaikan dalam bentuk pertolongan kepada org lain ? " dan sampai sekarang pertanyaan itu belum bisa gue jawab. Dan sekarang gue pun akhirnya memfokuskannya kepada satu individu yang telah gue tolong ( perbuatan kebaikan) sebelumnya, gue terus memantau perkembangannya, gue selalu bertanya setiap kali berjumpa sama dia " Apa udah lu balas kebaikan gue ke org lain ? " dia selalu jawab " Gue belum nemu orgnya Kres ". gue pun geram dalam hati, sekarang kan udah gue jelasin " lu bebas berbuat baik sama siapa pun! tanpa terkecuali! yang penting itu org lagi dalam suatu keadaan sulit !" tapi gak apa lah , sampai saat ini gue fokus ke dia dan bakal terus gue kejar karena " Susah itu Awal dari mudah ". Oiya ada sebait kalimat syaduh nih buat elo - elo yang baca . bgni bunyinya
'Ribuan lilin dapat dinyalakan dari lilin yg satu,
dan cahayanya tak cepat padam.
Bahagia tak berkurang karena dibagi.'
Masalahnya , siapa yang menyalakan ribuan lilin tersebut ? ya pasti gue butuh bantuan dari elo-elo yang baca semualah karena kan " Kebahagian tidak akan berkurang karena dibagi" :) *KeepPayitForward
No comments:
Post a Comment