Ini malam aku tertunguk pada sebuah layar komputer jinjing yang redup. Sembari memutar lagu - lagu lama yang membawa hadir kembali ingatan ku yang sudah larut. Dengan sedikit mata sanyu aku terus menghujamkan jari - jemari ini kepada lantai yang dihidupkan oleh sebuah huruf. Ditemani suara vokalis yang tenar karena adegan pornonya dengan beberapa publik figur, dan dia sekarang sedang diputar oleh ku untuk menyanyikan lagunya yang berjudul " Ku Katakan Dengan Indah " , ini jelas menambahkan sisi melankolis dari malam ku malam ini. Malam pun menjadi bosan sehingga aku pun terpecahkan oleh pertanyaan " Mengapa aku sekarang ada di saat (Masa) yang seperti ini ? " Saat (Masa) yang dulu tak pernah terpikirkan oleh diriku, saat dimana aku mulai berpikir secara teoritis , saat dimana hanya aku saja yang dapat menjawab segala pertanyaan yang terlontar dari otak ku sendiri. Entahlah apa yang dipikirkan aku dalam malam ku malam ini, toh juga gelap ini hanya bualan untuk mengisi waktu luang yang kosong. Namun, sedikit banyak aku pun tersadarkan, bahwa aku ini ternyata terus bergerak walaupun tubuh ini terasa terpaku, tetapi aku menyadari kalau materi dalam otak ku terus mengeluarkan ide - ide yang membuat aku terus bergerak untuk membiasakan diri dengan keadaan yang berada bukan dari dalam diriku. Kontemplasi pun bertindak ketika aku sudah melewati titik - titik yang berbentuk seperti spiral. Sayangnya aku tidak pernah bisa untuk menikmati masa ketika aku sedang melewati titik - titik tersebut. Sehingga pertanyaan yang kurang penting pun selalu datang menhampiriku yaitu " Mengapa aku bisa sampai pada titik ini ? " . Aneh memang tapi ya itu yang selalu kurasakan. Namun satu yang pasti dan yang paling tidak menyakitkan adalah untuk saat (masa/Batarakala) ini, aku belum ingin untuk berhenti. Balik ke kasur terus tidur.
No comments:
Post a Comment