Ini malam aku tertunguk pada sebuah layar komputer jinjing yang redup. Sembari memutar lagu - lagu lama yang membawa hadir kembali ingatan ku yang sudah larut. Dengan sedikit mata sanyu aku terus menghujamkan jari - jemari ini kepada lantai yang dihidupkan oleh sebuah huruf. Ditemani suara vokalis yang tenar karena adegan pornonya dengan beberapa publik figur, dan dia sekarang sedang diputar oleh ku untuk menyanyikan lagunya yang berjudul " Ku Katakan Dengan Indah " , ini jelas menambahkan sisi melankolis dari malam ku malam ini. Malam pun menjadi bosan sehingga aku pun terpecahkan oleh pertanyaan " Mengapa aku sekarang ada di saat (Masa) yang seperti ini ? " Saat (Masa) yang dulu tak pernah terpikirkan oleh diriku, saat dimana aku mulai berpikir secara teoritis , saat dimana hanya aku saja yang dapat menjawab segala pertanyaan yang terlontar dari otak ku sendiri. Entahlah apa yang dipikirkan aku dalam malam ku malam ini, toh juga gelap ini hanya bualan untuk mengisi waktu luang yang kosong. Namun, sedikit banyak aku pun tersadarkan, bahwa aku ini ternyata terus bergerak walaupun tubuh ini terasa terpaku, tetapi aku menyadari kalau materi dalam otak ku terus mengeluarkan ide - ide yang membuat aku terus bergerak untuk membiasakan diri dengan keadaan yang berada bukan dari dalam diriku. Kontemplasi pun bertindak ketika aku sudah melewati titik - titik yang berbentuk seperti spiral. Sayangnya aku tidak pernah bisa untuk menikmati masa ketika aku sedang melewati titik - titik tersebut. Sehingga pertanyaan yang kurang penting pun selalu datang menhampiriku yaitu " Mengapa aku bisa sampai pada titik ini ? " . Aneh memang tapi ya itu yang selalu kurasakan. Namun satu yang pasti dan yang paling tidak menyakitkan adalah untuk saat (masa/Batarakala) ini, aku belum ingin untuk berhenti. Balik ke kasur terus tidur.
kresnabergumam
Thursday, March 21, 2013
Monday, November 5, 2012
Susah itu awal dari mudah
Susah itu awal dari mudah! mungkin itu yang ada dipikiran gue sekarang. Tapi, yang pasti sekarang gue masih mengagap semuanya itu susah! ya ini terkait dengan posting-an gue sebelumnya yang mengenai kosep "Pay it Forward ". Aduh, susah bgt dah pokoknya, semangat gue yang tadi menggebu - gebu sekarang udah kaya butiran debu *halah. Ya! awal - awalnya gue semangat '45 bgt dan yakin 100% kalo konsep ini (PayitForward) pasti berjalan dengan seperti apa yang gue harapkan. Namun, kenyataan dilapangan itu berkata lain, susahnya minta ampun! iya sih, kalau buat berbuat baik secara personal ke individu lain itu mudah! Nah , yang susah itu menyuruh, bahkan gue sampai menggunakan kata " Tolong" kepada mereka (Individu lain yang gue tolong) untuk supaya berbuat baik ke individu lain. Tapi, setelah gue jelasin tentang konsep " PayitForward " orang - orang lain malah bilang " Lo ngomong apaan sih Kres ? , lo abis baca buku ya ? , apa abis nonton film ?, wuih keren tuh Kres !, lu gila ya Kres ? " An*ir! kesel bgt gue sumpah! yang gue harepin tuh mereka2 yang udah gue tolong tuh ngerti tentang apa Pay it Forward setelah gue jelasin! eh tau2nya gue malah dipandang "Aneh" sampe gue menimbulkan pertanyaan " Kenapa sih yang aneh selalu dipandang gila ?" haduh, entah berapa kali gue udah nulis 'haduh' ditulisan yang gak mutu ini! Mungkin juga ini terlalu berlebihan yeh, tapi ya mau gimana lagi, ya inilah yang gue rasakan. Gue udah terlalu muak ! belajar serta memahami tentang segala macam bentuk materi ataupun ide dari suatu teori! Wabilkhusus teori2 sosial ( Sosiologi&Antropologi). Gue dipaksa untuk mengerti tentang apa premis awal dari sebuah teori dan diarahkan supaya pola pikir gue sama dengan apa yang teori tersebut utarakan. Kan cape ya ? dan yang paling gue malas adalah mengahapal nama2 dari setiap pemuka teori2 sosial! kenal aja nggak. Eh, tapi ocehannya dia yang udah dari zaman baheula nyampe ke kuping gue sekarang. Nah, yang gue lihat disini konsep / teori "Pay it Forward adalah bukan sesuatu yang kaku ! dan ribet dalam hal untuk memahami dan menjalankanya, elo gak harus jauh2 untuk mempelajari secara mendalam dari mulai sisi Ontologis, Metodelogi sampai ke Aksiologisnya. Ya itu tadi cara gampang bgt untuk menerapkan "Pay it Forward" yaitu lu tinggal berbuat baik ( Aksi ) kepada orang lain , dan orang yang udah lu tolong itu jangan membalas kebaikannya ke elo lagi tapi dia menlajutkan kebaikan yang telah elo lakuin ke dia kepada orang lain dan itu terus berkesinambungan. Tapi yang susah itu pada saat lu sudah berbuat baik kepada orang lain, dan lu meminta / memberitahu / meminta tolong agar supaya kebaikan yang udah lu lakuin ke dia harus dia teruskan ke orang lain, bukan membalas kebaikan ke elo sebagai simbol balas budi atau timbal balik. Sampai gue mulai bertanya - tanya , " Apakah kebaikan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan ? " kalau memang iya , lalu atas dasar apa satu individu dapat melakukan kebaikan ? rasa iba ? rasa kasihan ? rasa prihatin ? rasa peduli ? yang tercurah dari hati nurani, sehingga mereka dapat melakuakan kebaikan ? dan lalu mengapa mereka lebih suka berbuat baik kepada orang yang telah mereka kenal sebelumnya ? padahal disebelah mereka ada orang tua yang kelaparan karena belum makan tiga hari!. Pertanyaan seperti itu yang selalu hadir setiap gue mau menerapkan konsep Pay it Forward, gue selalu dibayangi oleh pertanyaan " Apakah orang yang telah gue tolong akan membalas kebaikan dalam bentuk pertolongan kepada org lain ? " dan sampai sekarang pertanyaan itu belum bisa gue jawab. Dan sekarang gue pun akhirnya memfokuskannya kepada satu individu yang telah gue tolong ( perbuatan kebaikan) sebelumnya, gue terus memantau perkembangannya, gue selalu bertanya setiap kali berjumpa sama dia " Apa udah lu balas kebaikan gue ke org lain ? " dia selalu jawab " Gue belum nemu orgnya Kres ". gue pun geram dalam hati, sekarang kan udah gue jelasin " lu bebas berbuat baik sama siapa pun! tanpa terkecuali! yang penting itu org lagi dalam suatu keadaan sulit !" tapi gak apa lah , sampai saat ini gue fokus ke dia dan bakal terus gue kejar karena " Susah itu Awal dari mudah ". Oiya ada sebait kalimat syaduh nih buat elo - elo yang baca . bgni bunyinya
'Ribuan lilin dapat dinyalakan dari lilin yg satu,
dan cahayanya tak cepat padam.
Bahagia tak berkurang karena dibagi.'
Masalahnya , siapa yang menyalakan ribuan lilin tersebut ? ya pasti gue butuh bantuan dari elo-elo yang baca semualah karena kan " Kebahagian tidak akan berkurang karena dibagi" :) *KeepPayitForward
'Ribuan lilin dapat dinyalakan dari lilin yg satu,
dan cahayanya tak cepat padam.
Bahagia tak berkurang karena dibagi.'
Masalahnya , siapa yang menyalakan ribuan lilin tersebut ? ya pasti gue butuh bantuan dari elo-elo yang baca semualah karena kan " Kebahagian tidak akan berkurang karena dibagi" :) *KeepPayitForward
Tuesday, October 30, 2012
Pay it Forward alternatif dalam penciptaan ketentraman sosial
Berawal dari sebuah film Hollywood, yang berjudul " Pay it Forward " film yang bisa dikatakan simpel yang tidak terlalu ribet untuk memahami pesan yang ingin ditujukannya. Namun, dengan kesimpelannya film tersebut mampu untuk menginspirasi banyak manusia termasuk gue!. Secara garis besar, film tersebut menggambarkan kehidupan seorang anak kecil yang masih duduk di tingkatan sekolah dasar. Yang dalam keseharian selalu berkutat dengan konflik batin yang disebabkan oleh pertengkaran orang tuanya dan segala fenomena yang terjadi dikehidupan realita anak kecil tersebut. pada suatu ketika anak kecil tersebut mendapat tugas dari gurunya , untuk menciptakan suatu solusi dari suatu permasalahan agar tercipta suatu keharmonisan dalam kehidupan nyata. Ya ! anak kecil tersebut dengan jeniusnya menciptakan sesuatu yang dapat dikatakan sebagai teori, yaitu suatu konsep yang ia sebut dengan " Pay it Forward " . Anak kecil tersebut menjelaskan tentang konsep tersebut (PayitForward). Caranya simpel sekali, " Jika kamu melakukan kebaikan kepada seseorang, suruh seseorang tersebut, yang sudah kamu tolong, melakukan kebaikan lagi kepada orang lain dalam bentuk pertolongan", jadi si anak kecil tersebut beranggapan bahwa dia tidak memerlukan balas budi (PayBack) yang diberikan kepada setiap orang yang pernah ia tolong, melainkan dia menginginkan setiap orang itu melakukan kebaikan untuk menolong orang lain setelah dia menolong orang tersebut, hal itu pun juga dilanjutan oleh setiap orang yang melakukan kebaikan dengan menyuruh orang yang sudah dia tolong memberik pertolongan kepada orang lain, dan tidak menginginkan balasan kebaikan / atau pertolongan yang telah orang tersebut berikan.Itu secara garis besarnya.
Dan hal itu semua ( Pay it Forward ) telah mengubah segala pemikiran gue untuk bagaimana cara menciptakan suatu ketentraman sosial (damai sejahtera). Selama ini manusia sebagai individu dalam masyarakat hanya melakukan kebaikan dan menolong kepada individu yang sudah mereka kenal saja, bahkan sebagian besar dari mereka melihat suku, agama, ras serta golongan untuk melakukan kebaikan pada individu lain. Secara tidak langsung, Pay it Forward ingin menghilangkan konsep tentang timbal - balik dan balas budi. Dan gue setuju akan hal itu, karena pada hakekat manusia dengan hati nuraninya untuk melakukan sebuah kebaikan tidak pantas untuk menuntut balas budi dan timbal - balik. Dan Pay it Forward hadir pada waktu yang tepat disaat dua konsep yaitu, balas budi dan timbal - balik sudah gak relevan lagi untuk masa sekarang, dimana banyak dari manusia mengeluhkan akan kesusahan dan haus akan pertolongan. Coba elo - elo semua yang baca bayangkan ada berapa juta manusia yang akan tertolong dengan metode yang disodorkan oleh konsep " Pay it Forward ". Dengan lo ngejalanin konsep" Pay it Forward " lu bebas berbuat baik kesiapa aja, lu bebas untuk menolong siapa aja! tanpa lu berharap balasan untuk apa yang udah lu lakukan, tpi lu justru membimbing org lain untuk terus berbuat baik! termasuk ketika berbuat baik dan menolong para napi yang ingin lepas dari jeruji penjara! namun sehabis itu lu bimbing dia agar dia berbuat baik kepada orang lain, sehingga pada akhirnya konsep / teori "Pay it Forward " dapat mewujudkan suatu ketentraman sosial. Jadi kita semua tidak akan lagi melihat orang lain menangis karena kelaparan.Karena semua kebaikan itu harus di - "Pay it Forward"-kan! If someone did you a favor something big, and instead of paying them back, you paid it forward to three others.
Penggambaran tentang " Pay it Forward "
Dan hal itu semua ( Pay it Forward ) telah mengubah segala pemikiran gue untuk bagaimana cara menciptakan suatu ketentraman sosial (damai sejahtera). Selama ini manusia sebagai individu dalam masyarakat hanya melakukan kebaikan dan menolong kepada individu yang sudah mereka kenal saja, bahkan sebagian besar dari mereka melihat suku, agama, ras serta golongan untuk melakukan kebaikan pada individu lain. Secara tidak langsung, Pay it Forward ingin menghilangkan konsep tentang timbal - balik dan balas budi. Dan gue setuju akan hal itu, karena pada hakekat manusia dengan hati nuraninya untuk melakukan sebuah kebaikan tidak pantas untuk menuntut balas budi dan timbal - balik. Dan Pay it Forward hadir pada waktu yang tepat disaat dua konsep yaitu, balas budi dan timbal - balik sudah gak relevan lagi untuk masa sekarang, dimana banyak dari manusia mengeluhkan akan kesusahan dan haus akan pertolongan. Coba elo - elo semua yang baca bayangkan ada berapa juta manusia yang akan tertolong dengan metode yang disodorkan oleh konsep " Pay it Forward ". Dengan lo ngejalanin konsep" Pay it Forward " lu bebas berbuat baik kesiapa aja, lu bebas untuk menolong siapa aja! tanpa lu berharap balasan untuk apa yang udah lu lakukan, tpi lu justru membimbing org lain untuk terus berbuat baik! termasuk ketika berbuat baik dan menolong para napi yang ingin lepas dari jeruji penjara! namun sehabis itu lu bimbing dia agar dia berbuat baik kepada orang lain, sehingga pada akhirnya konsep / teori "Pay it Forward " dapat mewujudkan suatu ketentraman sosial. Jadi kita semua tidak akan lagi melihat orang lain menangis karena kelaparan.Karena semua kebaikan itu harus di - "Pay it Forward"-kan! If someone did you a favor something big, and instead of paying them back, you paid it forward to three others.
Penggambaran tentang " Pay it Forward "
Sunday, October 7, 2012
Serasa sudah muak dengan segala realita yang
terbangun. Segala sesuatunya dipolitisir dengan taktis sehingga tidak ada
seorang pun yang menyadarinya. Para penggawa negeri sebenarnya mempuyai
perannya masing – masing dan berpura – pura bahwa semua ini terjadi karena
memang sudah semestinya, seolah seperti tidak mengenal dosa mereka menyajikan
suatu sandiwara yang seharusnya tidak pantas untuk ditampilkan. Para kaum
marjinal hanya dijadikan penonton yang tidak tahu mengenai apapun tentang apa
yang mereka saksikan. Bagaikan katak dalam tempurung, para kaum marjinal hanya
diikutsertakan dalam pemilihan para
aktor dan aktris yang akan berlaga dipertunjukan, tanpa mereka tahu berperan
menjadi apa yang akan dilakoni oleh para aktor dan aktris terpilih. Sedangkan, para
kaum bangsawan bertindak sebagai sutradara yang sedang sibuk untuk
mempersiapkan alur ceritanya. Dan Para kaum bangsawan pun berperilaku layaknya
produser yang bebas menentukan peranan para aktor dan aktris yang terpilih.
Cerita pun berlalu dengan begitu eloknya, dengan begitu piawai mereka semua
yang berada dipertunjukan berhasilkan memukau para penonton. Penonton dibuat
terkejut dengan segala kebijakan yang mereka paparkan, penonton dibuat tertawa
dengan semua kebohongan yang mereka suarakan, penonton dibuat sedih dengan
kesemrawutan yang mereka terangkan, dan penonton dibuat terpukau dengan janji –
janji para permeran – pemeran yang tidak pernah terealisasikan.
Rezim
sekarang sesungguhnya tidak membuka luka lama, melainkan membuat luka baru yang
sengaja untuk tidak diobati. Rezim sekarang, dulu muncul dengan sejuta harapan
untuk meluruskan segala anomali. Rezim sekarang, dulu hadir bagaikan malaikat
yang ingin meluruskan tali yang sudah kusut. Bayangkan, rezim sekarang mampu merperdaya
sampai bisa memegang kendali hingga dua periode. Anehnya, wakil berganti tetapi
tidak untuk sang nomor satu, sungguh lihai sekali rezim sekarang. Namun, semakin
ingin selesai rezim sekarang baru mengeluarkan bau busuknya. Ketika sudah lapuk
banyak insan yang mulai mencerca rezim sekarang. Seakan tidak pernah melakukan
suatu tindakan, rezim sekarang diasumsikan sudah tidak pantas untuk berada di
atas. Sedikit miris ketika melihat para kaum revolusioner bertindak secara
sporadis. Sampai kepada situasi krisis kepercayaan, para penghuni bangsa seakan
kehilangan arah kemana meraka akan bergantung. Wahai para penghuni bangsa
sampai kapan engaku merasa tidak mempunyai negara ?
Thursday, August 16, 2012
Asapmu Merugikanku
Perokok awet muda, karena sebelum tua sudah pada mati.
Perokok rumahnya aman, karena tiap malam batuk melulu.
Perokok paling dermawan, karena rajin nyumbang ke NAKES dan Rumah Sakit untuk pengobatan paru-paru, jantung, ginjal dan lain-lain.
Perokok mengurangi persaingan kerja, karena wanita perokok anaknya pada IDIOT.
Perokok tempat mengumpulkan amal bagi orang, karena menyiksa orang dengan asapnya dibis, mikrolet, dan tempat umum.
Perokok mempunyai musik seumur hidupnya ( suara nafasnya ngik-ngiiiik)
Perokok hidup bebas, nggak pernah baca doa sebelum merokok.
Perokok membuat suasana bioskop lebih rame, yang tadinya Full-AC jadi Full-Asep..
Perokok rumahnya aman, karena tiap malam batuk melulu.
Perokok paling dermawan, karena rajin nyumbang ke NAKES dan Rumah Sakit untuk pengobatan paru-paru, jantung, ginjal dan lain-lain.
Perokok mengurangi persaingan kerja, karena wanita perokok anaknya pada IDIOT.
Perokok tempat mengumpulkan amal bagi orang, karena menyiksa orang dengan asapnya dibis, mikrolet, dan tempat umum.
Perokok mempunyai musik seumur hidupnya ( suara nafasnya ngik-ngiiiik)
Perokok hidup bebas, nggak pernah baca doa sebelum merokok.
Perokok membuat suasana bioskop lebih rame, yang tadinya Full-AC jadi Full-Asep..
Monday, August 13, 2012
OMW
I Wasn't there the moment you first learned to breathe,
But I'm on my way...
I wasn't there the moment you got off your knees
But I'm on my way...
Lay down...
And come alive in all you've found,
All you're meant to be,
And for now...
We'll wait until the morning light,
And close our eyes to see,
Just close your eyes to see...
A tear must have formed in my eye,
When you had your first kiss...
But I'm on my way,
So leave a space deep inside for everything I'll miss,
Cause I'm on my way...
And when you feel no saving grace,
Well I'm on my way...
And when you're bound to second place,
I'm on my way...
So don't believe it's all in vain,
Cause I'm on my way...
The light at the end is worth the pain,
Cause I'm on my way...
I'll be there the morning you come out in white,
Cause I'm on my way...
On my way.
But I'm on my way...
I wasn't there the moment you got off your knees
But I'm on my way...
Lay down...
And come alive in all you've found,
All you're meant to be,
And for now...
We'll wait until the morning light,
And close our eyes to see,
Just close your eyes to see...
A tear must have formed in my eye,
When you had your first kiss...
But I'm on my way,
So leave a space deep inside for everything I'll miss,
Cause I'm on my way...
And when you feel no saving grace,
Well I'm on my way...
And when you're bound to second place,
I'm on my way...
So don't believe it's all in vain,
Cause I'm on my way...
The light at the end is worth the pain,
Cause I'm on my way...
I'll be there the morning you come out in white,
Cause I'm on my way...
On my way.
Saturday, July 28, 2012
One Of My Favorite Lyrics from The Academy is (About A Girl)
One song about a girl,
I can't breathe when I'm around her...
I'll wait here everyday,
In case she'll scratch the surface...
She'll never notice,
I'm not in love,
This is not my heart...
I'm not gonna waste these words,
About a girl,
Last night, I knew what to say,
But you weren't there to hear it...
These lines, so well rehearsed,
Tongue tied and over-loaded...
You'll never notice,
I'm not in love...
This is not my heart,
I'm not gonna waste these words...
To be loved,
What more could you ask for?
To be loved, to be loved
Everyone wants.
To be loved,
What more could you ask for?
I'm not in love,
This is not my heart,
I'm not gonna waste these word,
About a girl.
I can't breathe when I'm around her...
I'll wait here everyday,
In case she'll scratch the surface...
She'll never notice,
I'm not in love,
This is not my heart...
I'm not gonna waste these words,
About a girl,
Last night, I knew what to say,
But you weren't there to hear it...
These lines, so well rehearsed,
Tongue tied and over-loaded...
You'll never notice,
I'm not in love...
This is not my heart,
I'm not gonna waste these words...
To be loved,
What more could you ask for?
To be loved, to be loved
Everyone wants.
To be loved,
What more could you ask for?
I'm not in love,
This is not my heart,
I'm not gonna waste these word,
About a girl.
Subscribe to:
Comments (Atom)
